Gaji Rp10 Juta Bebas PPh? Ini Dampaknya ke Penghasilan Pekerja

Bayangin gini:
setiap bulan kamu kerja, gaji masuk, tapi sebagian langsung “menghilang” karena pajak. Buat pekerja dengan gaji Rp7–10 jutaan, potongan PPh sering terasa kecil di atas kertas, tapi besar di realita hidup. Makanya, ketika muncul wacana “Bagaimana kalau gaji sampai Rp10 juta dibebaskan dari PPh?”

Banyak pekerja langsung mikir “Take home pay naik dong?”, “Daya beli jadi lebih kuat?”, “Bisa nabung atau investasi lebih cepat?”. Tapi apakah benar sesederhana itu? Yuk kita bahas agar kamu jadi melek mengenai masalah ini.

Apa Itu PPh 21 dan Kenapa Gaji Terasa ‘Nggak Naik’?

PPh 21 adalah pajak penghasilan yang dikenakan pada karyawan. Biasanya langsung dipotong oleh perusahaan sebelum gaji masuk ke rekening. Masalahnya:

  • gaji naik → pajak ikut naik
  • biaya hidup naik → pajak tetap jalan

Akhirnya banyak pekerja merasa “Gaji naik, tapi hidup segini-gini aja.”

Jika Gaji Hingga Rp10 Juta Bebas PPh, Apa yang Berubah?

⚠️ Catatan penting:
Artikel ini membahas skenario kebijakan (bukan menyatakan sudah berlaku).

  1. Take Home Pay Otomatis Naik

Tanpa potongan PPh:

  • uang yang biasanya “hilang” → tetap di kantong pekerja
  • kenaikannya terasa langsung dan konsisten setiap bulan

Bukan bonus, bukan insentif sesaat—tapi efek permanen.

  • Simulasi Sederhana (Ilustrasi)

Contoh kasar (tanpa detail teknis pajak):

Gaji BulananPerkiraan PPh Saat IniJika Dibebaskan
Rp6.000.000Rp50–100 ribu+Rp50–100 ribu
Rp8.000.000Rp150–200 ribu+Rp150–200 ribu
Rp10.000.000Rp250–300 ribu+Rp250–300 ribu

>> Dalam setahun, pekerja bisa menyimpan jutaan rupiah lebih banyak.

Apakah Ini Benar-Benar Membuat Pekerja “Lebih Kaya”?

Jawaban jujurnya: tergantung cara mengelolanya.

❌ Kalau Polanya Tetap Sama:

  • uang ekstra habis buat konsumsi
  • lifestyle ikut naik
  • tetap nggak punya tabungan

>> efeknya cepat hilang.

✅ Kalau Dimanfaatkan dengan Benar:

  • dialihkan ke dana darurat
  • cicilan lebih ringan
  • mulai investasi
  • persiapan DP rumah atau apartemen

>> efeknya jangka panjang dan terasa nyata.

Dampak Psikologis yang Sering Diremehkan

Bebas PPh bukan cuma soal angka, tapi:

  • pekerja merasa lebih dihargai
  • stres finansial berkurang
  • motivasi kerja meningkat
  • keuangan terasa “bernapas”

Buat Gen Z & milenial, ini penting karena:

  • banyak yang hidup di kota besar
  • biaya sewa & transport tinggi
  • masih membangun fondasi keuangan

Apakah Kebijakan Ini Aman untuk Negara?

Ini pertanyaan krusial.

Pro:

  • daya beli naik
  • konsumsi meningkat
  • ekonomi bergerak
  • UMKM ikut terdampak positif

Kontra:

  • penerimaan pajak berkurang
  • negara harus cari sumber lain
  • perlu pengawasan ketat agar tepat sasaran

Makanya, kebijakan seperti ini tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibarengi:

  • pajak yang lebih adil
  • kepatuhan pajak tinggi
  • penguatan sektor produktif

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Kebijakan ini paling terasa bagi:

  • pekerja muda
  • karyawan level awal–menengah
  • first jobber
  • keluarga muda

Kelompok ini biasanya:

  • belum punya aset besar
  • masih membangun stabilitas finansial
  • sensitif terhadap potongan gaji

Apakah Ini Solusi Tunggal untuk Kesejahteraan Pekerja?

Jawabannya: tidak. Bebas PPh hanya alat bantu, bukan solusi utama. Yang tetap dibutuhkan:

  • literasi keuangan
  • pengelolaan utang
  • perencanaan jangka panjang
  • kebiasaan menabung & investasi

Tanpa itu, gaji naik → hidup tetap terasa berat.

Pelajaran Penting untuk Gen Z & Milenial

Kalau suatu saat kebijakan ini benar-benar diterapkan, pertanyaannya bukan “Uangnya mau dipakai buat apa?” Tapi “Uangnya mau dipakai untuk masa depan atau habis hari ini?”

Karena:

  • pajak bisa dibebaskan
  • gaji bisa naik
  • tapi waktu dan kesempatan tidak bisa diulang

Jika gaji hingga Rp10 juta dibebaskan dari PPh, take home pay pekerja memang bisa naik
✔️ Dampaknya terasa langsung, terutama bagi pekerja muda
❌ Tapi tanpa pengelolaan keuangan yang benar, efeknya cepat menguap

Kebijakan pajak bisa membantu, tapi nasib finansial tetap ditentukan oleh keputusan pribadi.